Semangat kolaborasi sosial kembali diperlihatkan melalui langkah nyata BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman bersama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan program sosial berskala besar menjelang bulan suci Ramadan. Jumat (13/02/26)
Kegiatan yang dipusatkan di III Koto Aur Malintang ini menghadirkan dua program strategis sekaligus, yakni khitanan massal gratis bagi 1.000 anak serta peluncuran delapan unit Rumah Tinggal Layak Huni bagi penerima manfaat sebagai wujud konkret pemanfaatan dana zakat untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
Mengusung tema “Indah Berbagi Menuju Bulan Suci: Khitan Sehat, Ibadah Kuat”, kegiatan ini menegaskan bahwa pelayanan sosial bukan hanya menyentuh kebutuhan ekonomi, tetapi juga menyasar aspek kesehatan, kesiapan ibadah, serta pembangunan kualitas generasi masa depan.
Pelaksanaan khitanan massal dilakukan secara terpadu dan serentak melalui pertemuan virtual menggunakan platform Zoom Video Communications yang menghubungkan 25 puskesmas di seluruh wilayah Padang Pariaman.
Pendekatan ini memungkinkan setiap peserta mendapatkan pelayanan medis secara langsung di fasilitas kesehatan terdekat, sekaligus tetap menjadi bagian dari satu rangkaian kegiatan kabupaten yang terkoordinasi dengan baik. Selain memberikan kenyamanan bagi keluarga peserta, metode ini juga memastikan standar kesehatan tetap terjaga melalui pengawasan tenaga medis di masing-masing puskesmas.
Program ini menjadi solusi konkret bagi keluarga kurang mampu yang selama ini terkendala biaya untuk melaksanakan khitan bagi anak-anak mereka. Dengan layanan gratis dan tenaga medis profesional, anak-anak dapat menjalani proses khitan dengan aman dan nyaman sehingga lebih siap menyambut bulan suci Ramadan.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga ditandai dengan peluncuran program Rumah Tinggal Layak Huni bagi delapan keluarga penerima manfaat. Program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian terhadap kondisi hunian masyarakat yang masih berada di bawah standar kelayakan.
Rumah tidak sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi fondasi tumbuhnya keluarga sehat, nyaman, dan produktif. Dengan hunian yang layak, keluarga penerima manfaat diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih baik serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi mereka.
Kesuksesan kegiatan ini tidak terlepas dari kontribusi para muzaki perantauan yang tetap memiliki kepedulian besar terhadap kampung halaman. Di antara para donatur tersebut adalah H. Azwar Wahid dan Hj. Rky. Yusneti Yossie.
Perwakilan muzaki, H. Azwar Wahid, menyampaikan bahwa kontribusi para perantau merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk terus membantu masyarakat daerah asal.
“Kami ingin keberadaan kami di perantauan tetap memberi manfaat bagi masyarakat kampung halaman. Program ini menjadi bukti bahwa zakat infak sedekah yang dikelola dengan baik mampu membawa perubahan nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Hj. Rky. Yusneti Yossie menilai kegiatan ini sebagai gerakan sosial yang perlu terus diperluas agar semakin banyak masyarakat terbantu.
“Kebahagiaan kami adalah melihat anak-anak bisa menjalani khitan dengan baik dan keluarga penerima manfaat memperoleh rumah yang layak. Semoga semakin banyak perantau ikut berbagi,” tuturnya.
Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedi Azis SH. MH dalam sambutannya menilai kegiatan ini sebagai contoh konkret pembangunan sosial berbasis kolaborasi.
"Sinergi pemerintah daerah, BAZNAS, dan para perantau menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi sosial bagi generasi masa depan Padang Pariaman,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Padang Pariaman M. Defriadi, Dt. Rangkayo Basa, S.Kom menegaskan bahwa amanah zakat infak sedekah harus dikelola secara profesional dan tepat sasaran agar memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Program ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Khitanan massal menjaga kesehatan anak-anak, sementara rumah layak huni memulihkan martabat keluarga penerima manfaat,” ungkapnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa zakat infak sedekah tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah, BAZNAS, tenaga kesehatan, OPD, serta para muzaki perantauan, diharapkan semakin banyak program sosial yang mampu menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Semangat Indah Berbagi Menuju Bulan Suci menjadi pesan bahwa kepedulian sosial, ketika dikelola secara profesional dan kolektif, dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun generasi yang sehat, keluarga yang bermartabat, serta masyarakat yang semakin sejahtera.(RST)